Sempat Menguat, IHSG Hari Ini Ditutup Turun ke 7.349

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 7.349 dengan koreksi 0,05% pada perdagangan Rabu hari ini (21/2/2024).

Setelah menambahkan 7,370 pada bel pembukaan, indeks berada di zona merah dengan 7,286 pada perdagangan.

Total ada 221 saham menguat, 326 saham melemah, dan 224 saham stabil. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp 11,03 triliun dari volume bersih 16,45 miliar lembar saham.

LQ45 terkoreksi 0,24% menjadi 1.008,41, indeks JII turun 0,47% menjadi 520,83, indeks MNC36 turun 0,01% menjadi 385,40, indeks IDX30 turun 0,39% menjadi 512,29 nomor urut. Sektor-sektor yang berada di zona merah adalah keuangan sebesar 0,15%, saham sebesar 1,05%, non-siklikal sebesar 0,57%, saham sebesar 0,34% dan teknologi sebesar 1,08%.

Namun yang memperoleh keuntungan adalah barang konsumsi 1,96%, energi 0,30%, kesehatan 0,14%, bisnis 0,01%, teknologi 0,21% dan transportasi 0,23%. % Rp145, PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) menguat 25,38% di Rp163 dan PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI) menguat 21,92% di Rp89.

Namun tiga peserta teratas adalah PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) yang turun 9,21% ke Rp138, PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD) turun 8,59% ke Rp181, dan bersama PT Bank Pembangunan Timur Daerah JawaJ (TMM8). ,15% pada Rp 620

Resmi Dikukuhkan, Ini yang Akan Dilakukan Pengurus Baru AEI

JAKARTA – Pengurus Asosiasi Penyiaran Indonesia (AEI) periode 2023-2026 resmi dilantik pada Jumat (2/2/2024), setelah dilantik oleh Konferensi Anggota AEI pada 14 September 2023.

Ketua Umum Terpilih AEI Armand Wahyudi Hartono mengatakan, kepengurusan baru telah menyiapkan serangkaian program untuk mendukung pertumbuhan ekosistem pasar modal Indonesia untuk menjadi salah satu pemimpin di Asia Tenggara.

Program kami mulai dari mengedukasi calon emiten hingga sosialisasi regulasi untuk mencapai kepatuhan, kata Armand di Gedung EIB, Jakarta, Jumat (2/2/2024).

Sejumlah program yang menjadi fokus AEI, jelasnya, antara lain kontribusi pendalaman produk pasar modal, sosialisasi aturan mulai dari kepatuhan perpajakan, standar pelaporan keuangan, tata kelola organisasi yang baik, hingga prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). .

“Kami juga berbagi ilmu berbagai macam, tentang update kejadian di luar negeri atau di dalam negeri, tentang perekonomian, tentang teknologi, tentang segala hal yang dapat membantu emiten untuk bertahan dan berkembang,” imbuhnya.

Armand yang juga menjabat Wakil Presiden dan Direktur PT Bank Central Asia Tbk ini berharap komunitas ini bisa saling berbagi energi, ilmu, dan lainnya sehingga bisa membawa pelaku pasar modal dalam negeri ke tingkat global. Pemerintahan baru ini, tambah Armand, juga akan memperkuat program-program sebelumnya.